Workshop Kesiswaan Yayasan Mardi Wiyata

Sekolah sebagai wadah pendidikan bagi anak-anak masa kini sudah semakin maju dengan perkembangan teknologi. Banyak cara supaya anak-anak tidak tergantung dengan android. Kegiatan yang berlangsung di Kupang NTT diikuti oleh wakil kepala sekolah urusan kesiswaan dan guru utusan sekolah sebagai pembina OSIS pada 14 - 17 November 2018 untuk memberikan motivasi kepada anak-anak dengan berbagai macam bentuk permainan yang menyenangkan.

Kegiatan ini diutamakan dalam proses pembiasaan dalam pengasuhan peserta didik di sekolah dengan istilah 4 D (Ketua Yayasan Mardi Wiyata Malang, Frater Dr. M Monfoort, BHK, SE, M.Pd, MM, MH, MAP), yaitu Didekati, Dikenali, Diapresiasi, Didampingi. Materi yang dibawakan oleh Fr. Monfort yaitu 'Metodologi Pendidikan dan Pembelajaran Model Pendidikan Jepang'.

Nara sumber berikutnya pada Rabu - Jumat siang 14-16 November 2018 adalah Fransiskus Lim. Materi yang diberikan lebih banyak pada motivasi kepada peserta workshop. Harapannya setelah pulang dari workshop para peserta lebih banyak memberi motivasi kepada anak-anak. Pak Frans juga berharap permainan-permainan lebih banyak diterapkan untuk selingan dalam proses pembelajaran. Materi yang diberikan berupa:
Sukses Pilihanku

Diakhir kegiatan Frater Monfort memberikan kesempatan kepada peserta workshop untuk membuat program kesiswaan yang disebut Hulu Hilir Kesiswaan Mardi Wiyata/ KTSP Kesiswaan.